Leading Sector Penentu Eksistensi UMKM Era Pandemi Pandemi Covid-19

Leading Sector Penentu Eksistensi UMKM Era Pandemi Pandemi Covid-19

SINTANG-  Untuk menjaga stabilitas ekonomi regional maka leading sector harus berperan dominan mengawal kebijakan pemberdayaan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah di kabupaten/kota se Kalimantan Barat.

Selain itu pastikan ada dukungan stakeholder strategis yang reputable untuk menyukseskan percepatan kesejahteraan dan pembangunan agar perekonomian daerah mampu berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian Indonesia agar kokoh dengan mengusung produk-produk unggulan daerah untuk mampu bersaing di pasar global.

Demikian dikemukakan Anselmus selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, pada Kantor Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar, dihadapan 30 orang peserta Peningkatan Kapasitas UMKM Dan Strategi Bisnis Di Era Pandemi Covid-19 Serta Sosialisasi Warung Desa, Kamis 5 November 2020, di Hotel Bagous, Sintang. Hadir dalam kesempatan itu Ernawati S. Pd, MM, selaku Sekretaris Disperindagkop UKM Kab. Sintang.

Menurut Anselmus, kebijakan pemberdayaan UMKM tersebut dapat dicapai dengan syarat fundamental perekonomian semakin kokoh, produk UMKM sudah mampu bersaing di pasar global minimal di pasar ASEAN, akselerasi Capacity building  untuk UMKM unggulan dan eliminasi faktor-faktor penghambat daya saing produk.

Oleh karena itu, ujar Anselmus, setiap kabupaten/kota harus satu frekuensi, persepsi dan aksi dalam  mencapai strategi, arah kebijakan dan program pembangunan koperasi dan UMKM. Setiap kabupaten/kota harus satu frekuensi, persepsi dan aksi agar memiliki komoditi/produk unggulan. Setiap kecamatan/kelurahan/desa harus satu frekuensi, persepsi dan aksi agar memiliki komoditi/produk unggulan.

Sementara itu Ernawati S. Pd, MM, selaku Sekretaris Disperindagkop UKM Kab. Sintang dalam kesempatan itu mengingatkan ada kontraksi ekonomi nasional dari sebesar positif 5,32 persen menjadi minus 5,32 persen. “Pertumbuhan ekonomi negatif ini merupakan pertama kali sejak tahun 1998 dan menjadi peringatan yang harus ditindaklanjuti untuk menjaga pertumbuhan yang positif,”ujar Ernawati.

Dijelaskan Ernawati, pada resesi tahun 1998, sektor UMKM menjadi sosok ekonomi yang kuat dan tangguh serta dapat bertahan hidup. Akan tetapi sejak adanya pandemic Covid-19 sektor UMKM dimana-mana mengalami dampak yang serius sehingga mengakibatkan ekonomi masyarakat mengalami penurunan.

Namun demikian Disperindagkop UKM Kab. Sintang berupaya mengantisipasi dengan dukungan program pusat dan daerah yang disesuaikan dengan kondisi pandemic Covid-19 diantaranya melakukan pemberdayaan usaha konveksi dalam pembuatan masker kain. Pemberian bantuan pada UKM bidang industry kecil. Bantuan gerobak dan perlengkapan usaha. Pemberian relaksasi retribusi daerah bagi UKM penyewa kios dan los pasar.

Pemberian bantuan usaha usaha jasa transportasi lokal, penguatan UMKM di beberapa kecamatan, melakukan bimtek, pemberian bantuan mesin jahit dan obras, bantuan tenda usaha, menyalurkan bantuan Presiden RI untuk usaha mikro. Dan meningkatkan fasilitasi pinjaman KUR yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UKM.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas UMKM Dan Strategi Bisnis Di Era Pandemi Covid-19 Serta Sosialisasi Warung Desa tersebut menghadirkan Tenaga Ahli Anton Juniardi, Abdullah Husaini dan Vincent J dari Center for Integrated Services of SMEsCo, yang secara khusus memaparkan memotivasi peserta untuk tetap bersemangat menjadi pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19.

Admin Dinkop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengunjung

Copyright © 2020 | diskopukm.kalbarprov.go.id | Diskop UKM Provinsi Kalbar